Universitas Swaraj: Universitas Tanpa Ujian, Gelar dan Ijazah

Seperti biasa, setiap pekannya pasti harus mengerjakan tugas bacaan untuk responsi mata kuliah Perubahan Sosial (Persos), entah itu analisis aspek-aspek sosial maupun sekedar membuat ikhtisarnya. Yah, meskipun saya mahasiswa Ilmu Komputer, tapi semester ini harus mengambil beberapa SC* untuk mencukupkan syarat minimal SKS agar bisa lulus. 

Untuk pekan ke-empat ini salah satu bacaanya bercerita tentang sebuah universitas di India yang didirikan pada April 2010, Universitas Swaraj (selanjutnya kita sebut saja US). Universitas ini didirikan oleh orang-orang yang mulai khawatir dengan sistem pendidikan India, mereka merasa sistem pendidikan khsusnya sistem pendidikan tinggi di India tidak berbeda jauh  dengan sistem penjajahan. Dimana peserta didik dipaksakan mengikuti metode belajar mengajar serta kurikulum yang belum tentu sesuai dengan watak dan kepribadian peserta didik. Secara detailnya, ada tiga pertimbangan sehingga US didirikan, yaitu:

  • Paradigma industry-militer  yang telah menyebabkan kerusakan ekologis. Dimana hal ini dikarenakan ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil. Kerusakan ekologi ini dapat kita lihat pada indicator perubahan iklim, bencana alam, serta semakin berkurangnya keanekaragamnan hayati. Selain itu masyarakat semakin tidak peduli dengan linkungan sekitar, sampah menjadi hal biasa untuk setiap penyebab bencana, hutan berubah menjadi kawasan industry dan pertambangan. Namun, solusi serta aturan-aturan belum mampu memberi efek yang baik, karena aturan-aturan tersebut belum mampu menyentuh seluruh masyarakat bawah diseluruh India.
  • Ekonomi global banyak menciptakan gangguan dan ketidakpastian terhadap kehidupan para pemuda. Alasan ekonomi telah menjadi tekanan bagi mereka untuk harus mendapatkan uang di usia belia, baik untuk kepentingan primer maupun untuk sekedar mengikuti gaya hidup dan trend terkini. Sehingga banyak anak muda yang meninggalkan aktifitas tradisonal mereka lalu menuju kota dan menjadi pekerja kasar bahkan menjadi pengangguran. Sementara pemuda-pemuda berpendidikan dimasukkan sebagai budak pada perusahaan dan pabrik-pabrik besar. Hal ini dikarenakan system pendidikan yang tidak memiliki nilai dan visi serta tidak membekali siswa dengan keterampilan untuk memulai usaha sendiri.
  • Krisis pada system pendidikan tinggi yang berfokus pada persaingan antar institusi dan perguruan tinggi dalam memperebutkan label, entah itu laber terbaik, termahal, maupun tersuskses dalam mencetak sarjana pengangguaran terbanyak. Sehingga institusi perguruan tinggi tidak lebih sekedar mencari keuntungan materil semata. Sistem pengajaran memfokuskan pada proses hafalan yang dapat menghambat kreatifitas, inisiatif, serta proses belajar seumur hidup. Sehingga diperlukan suatu jalan keluar dimana siswa diberi kesempatan terlibat dalam penelitian dan perancangan program belajar mereka sendiri. Selain itu, juga dibutuhkan semacam sertifikasi bagi orang-orang cerdas (tokoh) dari masyarakat setempat yang meskipun tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi namun menguasai berbagai macam system pengetahuan hidup dengan nilai-nilai kearifan lokal yang masih sangat kental.

Berdasarkan ketiga pertimbangan utama itulah sehingga US menjadi universitas pertama di India yang didedikasikan khusus untuk memperkuat budaya , ekonomi, serta ekologi lokal. Dimana universitas ini difungsikan sebagai wadah pembentukan karakter dan watak bagi kaum muda direntang umur 16-30 tahun, mereka difasilitatori dalam berproses untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat dan pengusaha yang mampu tetap menjaga kelestarian alam.

Yang cukup menarik adalah kenyataan bahwa selain terinspirasi dari kehidupan seorang Mahatma Gandhi, sistem pendidikan yang diusung oleh para founding father US juga terinspirasi dari idealisme seorang Rancho pada film 3 Idiots. Disini kita dapat melihat bagaimana di India sebuah film telah sukses dijadikan sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi masyarakat akan ketidakberesan sistem pendidikan, dan hasilnya tentu saja adalah kesadaran kolektif dari orang-orang perintis US. Meskipun masih belum mampu menyentuh perubahan pada  sistem yang dikomandoi oleh birokrasi.

Universitas Tanpa Ujian, Gelar dan Ijazah

Universitas Tanpa Ujian

picture from http://www.twn.my/title2/resurgence/2012/twr266-267.htm

Bagi para pembaca yang telah menonton 3 Idiots pasti mengetahui bahwa inti cerita dari film ini adalah bagaimana seorang Rancho belajar pada sebuah universitas tapi tidak terlalu sepaham dengan sistem belajar yang tujuannya hanya sekedar mencetak lulusan yang mampu bekerja di perusahaan-perusahaan besar tanpa memperhatikan esensi ilmu pengetahuan, yang pada dasarnya adalah bagimana manusia mampu mengembangkan atau bahkan menemukan sesuatu yang baru, sesuai dengan karakter, watak dan passion masing-masing individu. (ini kalimat terpanjang yang pernah saya buat).

Di US ini setiap siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan program belajar sendiri berdasarkan personal serta mimpi dan visi social masing-masing siswa. Peserta didik belajar hidup dalam sebuah komunitas yang belajar secara dinamis. Mereka diundang untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat dan terlibat dalam penyelesaian masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pilihan pribadi maupun kolektif dalam bermasyarakat. Berbagai jenis bidang keilmuan diakuai, termasuk yang tidak ada dalam kurikulum pendidikan formal, untuk hal ini maka para guru yang tidak pendidikan formal mengambil peran penting dalam penyampaian pengetahuan-pengetahuan aplikatif dan mengandung kearifan-kearifan local yang mesti tetap terjaga. Prinsip kebersamaan didorong dalam proses belajar dimana peserta didik memilih guru mereka dan begitu pula sebaliknya. Untuk masalah pendanaan, pihak pengelolah US tidak mematok biaya secara pasti, setiap peserta didik (khoji) dibebaskan membayar atau boleh dikatakan menyumbangkan apapun semampu mereka. Namun dari semua itu yang menonjol dari Universitas Swaraj (US) adalah tidak adanya pemberian ujian, gelar, maupun sertifikat ijazah bagi para peserta didik. Sehingga universitas ini merupakan satu-satunya di India bahkan mungkin di dunia yang merupakan universitas tanpa ujian, gelar dan ijazah bagi para mahasiswanya.

Meskipun tidak memiliki gelar dan sertifikat, namun peserta didik di US tetap dapat mengaplikasikan ilmunya. Lebih dari 100 organisasi telah bersedia mempekerjakan dan mempromosikan siswa US berdasarkan portofolio dan pengalaman mereka. Pada peserta didik gelombang pertama dibiasakan dengan diskusi intensif, sehingga selama setahun diantara peserta telah terbentuk ikatan persahabatan dan kepercayaan yang kuat, menembus batas-batas umur, kelas, kasta, dan bahasa.

Program US ini menggunakan bahasa Hindi dalam setiap proses pendidikannya tanpa melupakan kebutuhan masing-masing individu untuk berekspresi menggunakan bahasa asalnya. Dengan konsep “learning by doing” serta selalu menghargai “kesalahan” sebagai bagian dari proses belajar. Selama program pembimbingan, para khoji belajar keterampilan dan pengetahuan dari mentor berdasarkan bidang pilihan mereka. Mentor-mentor ini merupakan para ahli dengan pengalaman yang cukup banyak dibidangnya masing-masing, mereka secara sukarela meluangkan waktu secara cuma-cuma tanpa bayaran untuk mendidik para khoji.

——————————————————————-

ditulis berdasarkan analisis dan penerjemahan bebas dari tulisan berjudul Decolonisation insights from the Swaraj University experiment. Merupakan salah satu tulisan pada majalah elektronik yang diterbitkan oleh Third World Network edisi Oct/Nov 2012 halaman 49-53. E-magz nya dapat diunduh disini. Serta beberapa tambahan melalui http://www.swarajuniversity.org/

* SC atau Supporting Course merupakan istilah dilingkungan akademik IPB untuk mata kuliah yang diambil dari luar jurusan/departemen kita. Misalnya saya yang anak Ilkom tapi ngambil mata kuliah Perubahan Sosial dan Kajian Agraria yang diampuh oleh departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM). Menurut saya ada tiga alasan utama mengapa mahasiswa mengambil SC; pertama, memenuhi syarat minimal SKS yang biasanya kurang meskipun telah mengambil seluruh mata kuliah TPB, mayor dan interdep serta tidak mampu menyelesaikan minor yang telah di rencanakan sejak awal. kedua biasanya nyari SC yang peluang dapet A-nya gede, buat negdongkrak IPK. tiga, karena passion-nya disitu.

1 Comment on "Universitas Swaraj: Universitas Tanpa Ujian, Gelar dan Ijazah"

Hai, would be nice if you leave a reply. :D