Ujian, Ikhlas, Sabar dan Syukur

Lagi musimnya ujian, saat ini sih lagi Ujian Tengah Semester a.k.a UTS. Senang juga yah, UTS pertama di departemen. Hampir dibuat nangis sama soal kaljut. Salah sendiri yah gak belajar, bukannya gak belajar, tapi kurang belajar, bukan kurang ajar! Sedikit mengutip komentar adik kelas saya di status facebook: “hahai,kewajibanta itu kk klo mslah ujian :)”. Yah, maksudnya mungkin adalah UTS itu adalah kewajiban dan hak kita sebagai seorang pelajar. Kalo gak mau UTS, gak usah kuliah, gak usah sekolah, tidur aja sana!

Nah, sekarang mari kita lihat esensi ujian itu secara luas, maksud saya adalah “ujian kehidupan” atau mungkin lebih familiar kita sebut sebagai “masalah”. Tapi saya lebih senang menyebutnya sebagai “ujian” daripada sebagai “masalah”, tanya kenapa?
Karena menurut saya; perbedaan orang optomis dan orang pesimis adalah orang optimis selalu memandang “permasalahan hidup” sebagai suatu ujian untuk meningkatkan level rohani dan jasmaninya dalam perjalanan pulanggnya menuju ke “ketiadaan” di dunia, sedangkan orang pesimis adalah orang yang selalu memandang “ujian” sebagai suatu “permasalahan hidup”. Saya teringat pesan yang saya petik dari buku “Setengah Syukur Setengah Sabar” karya Abdillah F. Hasan, kalau salah satu aspek yang selalu menjadi kunci jawaban atas segala ujian adalah keikhlasan, rasa sabar dalam menjalaninya serta syukur dalam keberhasilan.
Nah, ujian yang sekarang ini kok malah datang berbarengan, ujian sebagai pelajar, kehilangan hp lah, merasa ini lah, ujian sebagai seorang… etc. Mungkin akibat karena tiga kali gak ikut liqo’, jadinya manajemen jasmani yang sudah berantakan malah sekarang mendapat dukungan dari manajemen rohani yang ikut-ikutan rusak. Banyak pertanyaan tentang ujian dan ujian. Selaku umat muslim mari kita kembali bertanya kepada Zat yang maha bijak dan maha mengetahui. Berikut kutipan dari salah satu artikel di http://www.iluvislam.com yang membahas tentang ujian yang di limapahkan Allah kepada umatnya untuk mempertegas bahwa kecintaanNya kepada kita semua.
  1. Kenapa saya diuji? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan. “Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji?” “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” (Q.S. Al-Ankabut:2-3)
  2. Kenapa saya tidak dapat apa yang saya inginkan? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah:216)
  3. Kenapa saya mendapatkan ujian seberat ini? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Allah tidak membebani sesorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)
  4. Kenapa saya merasa kecewa? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ali-Imran:139)
  5. Bagaimana saya harus menghadapinya? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat, dan sesungguhnya shalat itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Q.S. Al-Baqarah:45)
  6. Kepada siapakah saya harus berharap? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Hanya kepada-Nya saya bertawakal.” (Q.S. At-Taubah:129)
  7. Apa yang saya dapat dari semua ujian ini? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Sesungguhnya Allah telah membeli orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” (Q.S. At-Taubah:111)
  8. Kenapa saya sedih? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).” (Q.S. Ali-Imran: 140)
  9. Kenapa saya tak tahan? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Q.S. Yusuf:87)
  10. Sampai kapankah saya akan mendapat kesulitan? Dalam Al-Qur’an Allah menjawab:”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah:5-6)
Maha benar Allah dengan segala firmannya. Semua ujian itu ada jawabnya, ikhlaskan dengan sabar dan syukur. Dan sangat nyata betapa orang-orang yang hidupnya di limpahkan ujian adalah orang-orang yang berlimpah cinta dan kasih sayang Allah penguasa semesta alam. Mari sama-sama mebenahi diri, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling mengajak dalam kebajikan, dan tetap satu pegangan dalam tali ukhuwah.

2 Comments on "Ujian, Ikhlas, Sabar dan Syukur"

Hai, would be nice if you leave a reply. :D