[Tugas IMK] Kajian Search Usability Situs Kemkominfo

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari jawaban Ujian Tengah Semester V kuliah Interaksi manusia dan komputer (Human Computer Interaction) Departemen Ilmu Komputer Bogor Agricultural University(IPB). Penulis akan melakukan kajian search usability pada situs resmi Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. Tak lupa penulis memohon maaf kepada developer, desainer serta owner situs yang tercantum pada postingan ini, semoga ini bisa menjadi iklan gratis serta memberi masukan yang baik untuk perkembangan situs anda. Dan tentu saja ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut Jacob Nielsen, usability adalah atribut kualitas yang menjelaskan atau mengukur seberapa mudah penggunaan suatu antar muka (interface). Sehingga search usability dapat dikatakan sebagai efesiensi serta kemudahan bagi user dalam memanfaatkan fasilitas searching yang tersedia pada web, umumnya dapat kita jumpai di sudut kanan atas sebuah halaman web. Selain itu, search usability juga termasuk di dalamnya berupa kepuasan user dengan output dari fungsi search tersebut, apakah sudah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh user atau malah memberikan output yang jauh dari apa yang ingin diketahui oleh user.

Mengenai usability suatu situs, secara umum dapat didefinisikan melalui lima komponen, yaitu: 1. Learnability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna untuk memenuhi task-task dasar ketika pertama kali mereka melihat/menggunakan hasil perancangan. 2. Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah mereka mempelajari hasil perancangan. 3. Memorability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan rancangan dengan baik, setelah beberapa lama tidak menggunakannya. 4. Errors menjelaskan jumlah error yang dilakukan oleh pengguna, tingkat kejengkelan terhadap error dan cara memperbaiki error. 5. Satisfaction menjelaskan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan rancangan.

Secara detail dan paling membutuhkan perhatian, berdasarkan http://www.userfocus.co.uk dan http://usabilitygeek.com/ serta menggunakan situs Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (http://kominfo.go.id/) sebagai objek kajian maka dapat dirangkum bahwa search usability harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • It must only consist of a text box and a button next to it (search button must be located to the right of the search text box). Situs Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia telah memenuhi panduan ini, berupa text box sebagai area meng-input kata kunci serta terdapat tombol bertuliskan “CARI” secara jelas di sebelah kanannya.
  • Its text box must be initially empty. Hal ini sudah diterapkan pada text box pencarian yang ada pada situs Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
  • Its search button should be called “Search” that users can click in order to search your site. Lebih baik menggunakan button dengan teks yang jelas mendefinisikan fungsinya dibanding harus menggunakan icon semisal “kaca pembesar” ataupun “orang berlari” yang nantinya dapat membingungkan user, apakah icon tersebut merupakan tombol atau hanyalah sebuah bagian dari desain grafis tanpa fungsi kontrol terhadap sesuatu apapun. Hal ini sudah di implementasikan dengan baik pada situs Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, dimana kontrol fungsi search-nya menggunakanbutton dengan teks “CARI”.
  • The search box is long enough to handle common query lengths. Berdasarkan referensi, suatu text box yang berfungsi sebagi input kata kunci pencarian minimal mampu menampung 20 karakter. Hal ini dapat kita lihat penerapannya pada situs Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
  • It should be present on all of your web site’s pages. Pada website Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, hal ini sudah terpenuhi dengan konsistennya fasilitas pencarian internal disetiap halaman artikel serta halaman menu utama. Kecuali di beberapa halaman atau mungkin lebih tepatnya disebut sebagai sub domain dengan desain yang jauh berbeda yang tidak mempunyai fasilitas searching, semisal http://sepp.kominfo.go.id/.
  • It should not be accessible via a link to a “Search Page”. User tidak harus meng-click dan menuju halaman khusus untuk menggunakan fasilitas pencarian pada situs. Karena fasilitas searching telah menjadi konten yang dapat langsung diakses pada primary page desain website, sehingga setiap halaman juga secara otomatis akan memiliki fasilitas searching tersebut. Hal ini telah diterapkan dengan baik oleh desainer situs http://kominfo.go.id/.
  • The search interface is located where users will expect to find it, It should be positioned on the top right hand area of your web site. Hal ini juga sudah terpenuhi oleh situs Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, text box input serta button search-nya ditempatkan pada bagian kanan atas halaman situs, sehingga memudahkan pengguna menemukannnya.
  • Searches cover the entire web site, not a portion of it. Its search mechanism should, by default, search your entire site, users can restrict the scope (if relevant to the task). Secara default, search function dipasang untuk melakukan pencarian meliputi seluruh isi website, bukan perbagian atau perhalaman (pencarian hanya dilakukan pada halaman yang search box-nya digunakan dan atau yang sedang terbuka saja), situs Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia termasuk situs yang cukup baik dalam penerapan kaidah search usability ini. Kecuali dibeberapa situs, khususnya situs belanja online yang memasang menu drop-down ataupun check box sebagai bagian searching box untuk lebih memudahkan user untuk fokus terhadap pencarian sebuah produk.
  • Its search mechanism should not search outside your web site. Situs http://kominfo.go.id sudah memiliki fungsi pencarian internal dan sudah dibatasi ruang lingkup pencariannya didalam web itu saja. Kadang kita mendapati sebuah situs yang memiliki searching box namun ketika diproses, ternyata kita akan di-direct ke hasil pencarian search engine semisal http://google.com/. Hal ini dapat dikarenakan developer web-nya tidak mengembangkan fungsi searching internal ke dalam web itu sendiri, sehingga memutuskan menggunakan jalan pintas yaitu men-direct ke mesin pencari yang telah ada. Namun kelemahannya adalah search engine eksternal ini tidak hanya menampilkan hasil pencarian yang ada pada web bersangkutan, namun juga hasil pencarian yang relevan dari web yang lain. Hal ini sangat krusial bagi anda pemilik perusahaan yang umumnya memiliki pesaing, dengan kata lain anda bisa saja mengiklankan perusahaan pesaing anda secara cuma-cuma melalui situs perusahaan anda.
  • If no results are returned, the system offers ideas or options for improving the query based on identifiable problems with the user’s input. Pada fasilitas pencarian internal situs resmi Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia sama sekali tidak menampilkan sugesti apapun ketika hasil pencarian tidak ada sama sekali. Sebagai user saya bingung apakah fungsi search-nya yang error atau memang tidak ada dokumen/artikel yang terkait dengan apa yang saya cari ataukah input yang saya masukkan salah ejaannya. Untuk masalah ejaan, pengguna hanya dapat mengidentifikasinya ketika memperhatikan url halaman pencarian, dan itu merupakan sesuatu yang tidak umum untuk dilakukan.
  • The search results page displays useful meta-information and search result. Hasil pencarian harusnya bisa menampilkan kapan waktu artikel tersebut di-publish, atau jika yang masuk dalam hasil pencarian tersebut berupa dokumen seharusnya ditampilkan tipe file serta ukurannya. Pada situs milik Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, hal ini tidak diterapkan, sehingga sebagai user saya merasa bingung dan harus memeriksa satu persatu artikel terkait yang terbaru. Selain itu, jumlah dokumen/artikel terkait juga tidak dicantumkan sama sekali, yang sedikit membantu adalah ditampilkannya jumlah halaman dari halaman hasil pencarian. Satu hal yang juga perlu diperbaiki adalah hasil pencarian yang menampilkan gambar setiap artikel terkait yang memiliki gambar di dalamnya yang hanya memboroskan space halaman pencarian.

Download file PDF with Picture

Tinjauan Pustak
Mifsud, Justin. 2011. 10 Usability Guidelinse For Designing The Search Interface, viewed 23 October 2011, http://usabilitygeek.com/10-usability-guidelines-for-the-search-interface/.

Nielsen, Jakob. Usability 101: Introduction to Usability, viewed 22 October 2011, http://www.useit.com/alertbox/20030825.html.

Travis, Davis. 2011. Seach Usability Guidelines, viewed 23 October 2011, http://www.userfocus.co.uk/resources/searchchecklist.html.

Hai, would be nice if you leave a reply. :D