10 Besar Kesalahan dalam Desain Web

[Tugas IMK] Kajian 10 Besar Kesalahan dalam Desain Web

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari jawaban Ujian Tengah Semester V kuliah Interaksi manusia dan komputer (Human Computer Interaction) Departemen Ilmu Komputer Bogor Agricultural University(IPB). Penulis akan melakukan kajian terhadap Top Ten Web-Design Mistakes yang ditulis oleh Jakob Nielsen. Taklupa penulis memohon maaf kepada para pemilik alamat web yang tercantum pada postingan ini, semoga ini bisa menjadi iklan gratis serta memberi masukan yang baik untuk perkembangan situs anda.


Top Ten Web-Design Mistakes (10 Besar Kesalahan dalam Desain Web) yang ditulis oleh Jakob Nielsen dalam Alertbox (http://www.useit.com/alertbox/9605.html). Tulisan tersebut merupakan hasil pengamatannya sejak tahun 1996, dan terus diperbaharui hingga 2011.

10 Besar Kesalahan dalam Desain Web

image source: topdesignmag.com

  1. Bad Search – sistem pencarian yang buruk. Salah satu contohnya ada pada website http://www.bankmandiri.co.id. Ketika user pertamakali mengakses website tersebut lalu ingin mengetahui tentang suatu hal sementara user tersebut tidak punya banyak waktu memeriksa satu-persatu artikel yang ada maka secara umum yang akan dilakukan adalah menggunakan fasilitas search(jika tesedia). Namun pada website Bank Mandiri, text box pencariannya tidak akan muncul sebelum user meng-click menu home. Selain itu, hasil pencarian yang ditampilkan juga tidak lebih efisien, karena yang ditampilkan adalah judul artikel saja. Hal ini sangat bertentangan dengan esensi dasar fasilitas pencarian yang merupakan harapan terakhir pengguna saat gagal mengartikan navigasi web atau saat terjadi kesalahan. Pencarian yang baik biasanya direpresentasikan dalam sebuah kotak (input box) yang mudah dilihat oleh pengguna. Hal ini akan dibahas lebih lanjut pada postingan bagian kedua tentang search usability.
  2. PDF Files for Online Reading – membaca file PDF secara online. Pengguna tidak menyukai membaca file PDF secara online karena melambatkan aktifitasnya. Lebih buruk lagi, menurut Nielsen, “PDF adalah sebuah gumpalan yang menyebalkan dan sulit untuk dikendalikan dan melambatkan sistem”.Untuk saat sekarang, hal ini sudah sangat sulit dijumpai, situs yang paling umum menggunakan sistem pembaca pdf online ini berupa situs penyedia layanan berbagi dokumen (dalam hal ini berbentuk file pdf) yang untuk mengunduh dokumen user diharuskan login. Kalau anda belum login, maka file tersebut hanya akan ditampilkan secara online melalui browser. Hal ini dapat anda jumpai di http://www.scribd.com.
  3. Not Changing the Color of Visited Links – tidak adanya perubahan warna pada link yang telah dikunjungi. Hal ini dapat kita jumpai pada website http://hatfieldgroup.com. Meskipun anda telah meng-click dan mengunjungi artikel yang disajikan, warna link-nya tidak akan berubah. Mengetahui halaman-halaman mana saja yang sudah pernah dikunjungi akan memudahkan visitor untuk memutuskan halaman mana yang selanjutnya akan dikunjungi. Kegunaan pengubahan warna bagi tautan yang sudah pernah dikunjungi yaitu menghindari pengunjungan kembali atau revisiting secara berkali-kali pada halaman web yang sama, yang sama halnya dengan membuang-buang waktu serta kuota internet tentunya.
  4. Non-Scannable Text – teks yang sulit untuk dibaca secara sekilas. Tulisan yang banyak, ramai dan juga tidak teratur penempatannya akan membuat seseorang merasa diintimidasi, membosankan, dan merasa pusing saat membacanya. Hal ini terjadi pada situs http://yvettesbridalformal.com/, terlalu ramai dengan latar serta tulisan yang berserakan tidak teratur.
  5. Fixed Font Size – ukuran dan jenis huruf yang tetap. Penggunaan ukuran dan jenis huruf yang sesuai sangatlah penting untuk mengantisipasi pembaca yang berusia lanjut, khususnya user yang mengalami gangguan penglihatan. Ukuran font yang baik dalam web harus fleksibel, yaitu ukurannya dapat diubah (zoom in / zoom out) sesuai kebutuhan pengguna.
  6. Page Titles With Low Search Engine Visibility – judul halaman yang sulit dicari dengan search engine. Judul halaman yang menyebabkan halaman tersebut sulit ditemukan oleh mesin pencari. Usahakan judul halaman merupakan text yang unik dan relevan, yang cukup menggambarkan isi dari situs. Judul halaman juga berpengeruh ketika pengunjung mem-bookmark halaman tersebut, Karena umumnya browser menampilkan bookmark berdasarkan urutan abjad. Halaman yang sukar dicari merupakan salah satu kriteria situs yang buruk. Banyak pengguna yang tidak memiliki banyak waktu untuk satu per satu membuka menu pada sebuah situs. Mereka akan menggunakan fasilitas searching dalam situs tersebut, mengetikkan kata kunci tentang hal yang mereka cari, kemudian dengan informasi yang tersedia mereka baru mengeksplorasinya. Atau mereka akan menggunakan search engine seperti Google, bing, atau Yahoo!.
  7. Anything That Looks Like an Advertisement – apapun yang terlihat seperti iklan. Usaha agar menarik perhatian adalah baik. Namun sekarang para pengguna web sudah tidak lagi memerlukan hal seperti itu, karena mereka lebih menyukai hal yang simpel agar tidak mendapat gangguan yang menghambat proses pencapaian tujuan mereka. Misalnya, http://rzent.co.nr/.
  8. Violating Design Conventions – pelanggaran dalam tata cara desain. Kekonsistenan adalah salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam prinsip usability. Hal ini agar user mudah memprediksi dan tidak merasa takut atau khawatir akan melakukan kesalahan. Mereka akan mengetahui yang akan terjadi berdasarkan pengalaman sebelumnya. Jakob’s Law of the Web User Experience (Hukum Jakob tentang Web User Experience) menyatakan bahwa “pengguna lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di situs web lain”. Hal ini berarti jika web sulit digunakan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna, maka pengguna akan kesulitan dan meninggalkan situs tersebut. Hal ini dapat anda alami ketika mengunjungi http://wateronwheels.com/, bahkan ditampilkan tumpukan berupa button untuk menu namun tidak berfungsi ketika click.
  9. Opening New Browser Windows – membuka window baru ada browser. Terkadang user tidak menyadari bahwa halaman web yang baru di-click tersebut telah terbuka. Selain itu, bertambah jendela browser baru semakin ‘mengotori’ monitor pengguna. Namun sekarang, hal ini tidak begitu mengganggu lagi dengan adanya perkembangan web browser dengan kemampuan membuka beberapa tab dalam satu window. Hal ini dapat anda alami ketika anda sedang mengunjungi kaskus.us ataupun beberapa situs berbagi file semisal indowebster yang akan membuka wind
    ow (tab) ketika meng-click button download. Serta ziddu yang akan benar-benar membuka window baru tanpa button navigasi apapun dari browser.
  10. Not Answering Users’ Questions – tidak menjawab pertanyaan pengguna. Pengguna memiliki harapan yang besar terhadap sebuah situs. Mereka ingin memenuhi kebutuhan mereka, misalnya saja dengan membeli produk. Hal ini akan gagal jika situs web tidak menyediakan apa yang mereka butuhkan. Harga, misalnya, adalah salah satu hal yang krusial bagi situs belanja online. Hal ini dapat anda temui ketika mengunjungi http://wateronwheels.com/, yang tidak menampilkan spesifikasi dari barang yang ditampilkan.

2 Comments on "[Tugas IMK] Kajian 10 Besar Kesalahan dalam Desain Web"

Hai, would be nice if you leave a reply. :D