nikah massal milad dompet dhuafa

Meriahnya Seperempat Abad Dompet Dhuafa

Siang tadi ngebolang ngukur keliling taman di kompleks Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Kalo akhir-akhir ini musimnya Tugu Proklamasi rame buat deklarasi copras-capres, hari ini cukup berbeda. Saya ke sana dalam rangka nemenin astri istri ke milad Dompet Dhuafa, lembaga zakat nasional yang secara resmi berdiri pada 2 Juli 1993 lalu. Loh kok baru dirayain sekarang? kayak acara 17an-agustus yang banyak dirayain dibulan September oleh masyarakat-masyarakat gang di perkotaaan dengan panggung musik dan pasar malam dadakannya.


nikah massal milad dompet dhuafa

Jadi begini, acara dengan tema “25 tahun Dompet Dhuafa Menjawab Panggilan Zaman” tadi siang itu adalah acara puncak dari serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati seperempat abad  salahsatu penggerak kerelawanan di tanah air ini membentang kebaikan, menebar manfaat di dalam hingga luar negeri.

Meskipun cuaca cukup terik, acara yang dilakukan di luar ruangan ini berlangsung meriah dengan berbagai macam hiburan serta pembagian doorprize yang beragam. Selain dipanggung utama dan tenda VIP, antusiasme pengunjung juga terlihat di seputaran taman yang banyak diisi berbagai macam booth. Tadi, yang jadi favorit adalah booth yang memamerkan produk-produk hasil pemberdayaan para penerima manfaat dari ziswaf yang Dompet Dhuafa kelolah, khususnya booth kopi khilafah nusantara.

perayaan seperempat abad dompet dhuafa

booth yang memamerkan berbagai produk pemberdayaan oleh dompet dhuafa

milad 25 dompet dhuafa

tampak seorang pengunjung sedang mengagumi para pendiri dompet dhuafa melalui pameran dokumentasi kegiatan-kegiatan dompet dhuafa sejak berdiri hingga sekarang

Selain pertunjukan seni serta sambutan-sambutan yang kayaknya kurang begitu disimak para pengunjung, ada juga beberapa booth yang menjadi tempat beberapa sub-acara, ada nikah massal yang nikahnya tetap berdua-berdua, sunat massal, sama donor darah. Tadi gagal donor darah gegara kurang minum, pesan moral; kalo mau dondar, jangan cuma tidur yang dibanyakin, minum juga!

Acara yang berlangsung ramai dan meriah ini juga disiapkan senyaman mungkin untuk para buibu yang dianterin anak-anaknya, disediakan tenda khusus untuk para balita untuk mereka bersosialisasi serta lokasi untuk main basket dan skateboard bagi para bocah-bocah yang sudah bisa protes kalo duit jajannya kurang. Tapi sayang, tendanya gak disipakan untuk para pakbapak, soalnya tadi sempat ketemu pakbapak yang kebingungan mencari tempat buat anaknya tidur. I stand with pakbapak!!

area anak milad dompet dhuafa

selain menjadi area bermain anak-anak, di tempat ini ada juga beberapa bapak-bapak yg dititipkan oleh istrinya

Menjelang sore, setelah rame kedatangan pak goodbener anis baswedan, booth yang rame pindah ke booth pijat yang tukang pijatnya adalah para tunanetra penerima manfaat dari Dompet Dhuafa. Booth ini jadi most wanted booth oleh para pengunjung yang sebagian besar kelelehan berdiri nonton hiburan dan muter-muter ke booth-booth yang lain.

Itu aja kira-kira ya, akhirnya nulis-nulis blog lagi setelah beberpa bulan hiatus. Itupun karena meski datang sebagai paksu suami amil tapi saya ngisi form masuknya di form blogger, udah cukup lama gak ikut-ikutan keramaian pake embel-embel sebagai blogger yang pernah sangat keren sebelum muncul istilah buzzer yang menjadikan para pekerja teks di internet terkesan “jahat”.

philanthropy corner, salahsatu sudut favorit para pengunjung untuk berfoto. pengunjung diperankan oleh model

Untuk gambar yang lebih banyak dengan pengunjung asli (tanpa embel-embel diperankan oleh model), coba search di instagram dengan tagar #25thnDompetDhuafa. Semoga kedepannya DD makin keren, makin profesional dalam mengelolah dana umat, dan tentu saja makin jago masak untuk para amilnya. :))

Hai, would be nice if you leave a reply. :D

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.