Pemilu : Saatnya Narsis dan Anarkis

Di tengah kesibukan para siswa dan siswa perempuan berjuang menuju UN dan masa depannya. Beberapa mantan siswa (pernah skolah) juga sibuk melakukan aktivitas politiknya. Ini memang dapat di maklumi, soalnya para politikus ini sedang memperubutkan kursi legislatif yg pencontrengannya (bukan dicoblos) nanti akan dilaksanakan pd tgl 9 april 2009. Tepatnya semalam setelah kami mengakhiri Ujian Akhir Sekolah tau kalau mau lebih ribetnya; 10 hari sebelum kami menjalani Ujian Akhir Nasional.
Pemilu Ajang Adu Narsis dan Anarkis

Nah, beberapa hari ini, beberapa partai telah melakukan kampanye terbuka. Para petinggi masing-masing partai memaparkan visi misi dan kerisihan mereka tentang kondisi bangsa Indonesia. Dengan gegap gempita mereka berorasi di depan simpatisan partai yang jumlahnya mencapai ribuan bahkan mungkin bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu orang.
Dengan percaya diri (baca;Narsis) mereka memproklamirkan diri sebagi caleg yang terbaik, terbersih, dan tidak pernah dan tidak akan korupsi, gak bakalan bawa pulang uang negara buat anak isteri dan partai, bakalan buat rakyat miskin jadi gak miskin, bakalan membantu pengusaha kecil menjadi besar, dan yang pasti selalu dekat dan berpihak pada rakyat (kata caleg, is too mainstream banget lah :D).

narsis dan anarkis

gambar pinjem dari republika.co.id

Nah, pada saat kenarsisan bapak-bapak dan ibu-ibu yg terhormat itu mencapai puncaknya, para simpatisannya juga gak mau kalah, sedikit demi sedikit mereka mendekati bahkan melampaui titik merah yg diberi lebel ANARKIS sama bapak polisi (bukan bapanya polisi, maksudku polisi yg bukan wanita). Hasilnya adalah berupa yaitu seperti misalnya kekacauan di tengah-tengah ribuan massa, ada yamg saling pukul, ada yang saling lempar, ada yangg saling tendang, dan ada yang saling gak kenal (as you know lahh :p). Namun yg lebih aneh namun mungkin sudah wajar terjadi di republik ini, anarkisme ini terjadi dikalangan manusia-manusi yang memakai kaos yang sama. Ada kuning lawan kuning, hijau tendang hijau, merah keroyok merah, biru hantam biru hingga wajahnya biru-biru semua. Mereka bertindak seperti orang-orang terdidik yg tak berpendidikan. Selamat datang pemilu, selamat menikmati perpaduan narsis dan anarkis. :D

Hai, would be nice if you leave a reply. :D