Benua Amerika ditemukan oleh Orang Bugis Makassar

Tahu tidak? Siapa yang paling sangat amat pertama menemukan Benua Amerika? Yuup, Kalau ada yang jawab Americo bla…bla??? atau Vasco daGama. Keduanya salah, Mereka bukan orang yang paling sangat pertama menemukan Benua Amerika. Mengapa demikian?. Sesungguhnya jika ditelisik kembali, ternyata benua Amerika ditemukan oleh orang Bugis Makassar.

benua Amerika ditemukan oleh orang Bugis Makassar

sumber: google.co.id/maps

Memangsih, dulunya saya juga menjawab seperti kalian semua. Pandangan itu berubah ketika suatu pagi (bingung gan, pagi atau siang yah? lupa) saya dan seorang mahluk bernama Adnan berdiskusi ngawur di sebuah tempat yang bernama koridor sekolah (mana yang tepat, Koridor kelas atau koridor sekolah?).

Hasil diskusi kami menyatakan bahwa mahluk yang paling sangat pertama menemukan Benua Amerika sesungguhnya adalah manusia nusantara yang bersuku Bugis Makassar. Namanya ± Karaeng Pa’Rruntu’ Dg Ppassap’pa’ dan kawan-kawannya.

Bukannya ngawur yah……,

Jadi begini ceritanya,

Pada zaman dahulu kala, bahkan sampai sekarang. Orang Bugis Makassar dikenal sebagai pelaut ulung. Dan begini yang lebih jelasnya,

Karaeng Pa’Rruntu’ Dg Ppassap’pa’ dan rombongan pergi berlayar kemudian kapalnya terperangkap ke tengah ombak yang sangat besar yang lebih dikenal dengan nama Aqua Laguna [wiki]. Aqua laguna ini menyeret kapal Karaeng Pa’Rruntu’ Dg Ppassap’pa’ hingga ke laut entah berantah hingga akhirnya rombongan mereka terdampar di sebuah pulau yang sangat asing dan tak berpenduduk.

Setelah sedikit berdiskusi dan mereka ulang kejadian yang sempat terekam otak, rombongan lalu memasuki hutan meskipun mereka tahu banyak binatang super buas didalam rimba.

Setelah menyusuri hutan dan tak menemukan mahluk bertitle manusia di semua bagian pulau, mereka kembali ke pantai dan memperbaiki kapal dan kemudian bersiap melakukan pelayaran pulang ke Tanjung Bunga Makassar. Sialnya, layar telah berkembang tapi angin tak kunjung bertiup hingga asa tak sampai walaupun rindu akan kampung halaman telah menyergap seluruh rombongan (#tibaTibaPuitis). Kemudian, mereka memutuskan membaca mantra ajaib dari timur lalu beramai-ramai memanggil angin.

Am’mirik’ko……Am’mirik’ko…. Am’mirik’ko….. (Bugis: Am’mirik’ko = Indonesia: Berhembuslah),
semua kru berteriak…

Angin akhirnya berhembus dan mengembangkan layar. Sesampainya di Tanjung bunga, Kapal berlabuh dan semua awak turun. Setelah semua awak turun, Karaeng Pa’Rruntu’ merasa ada yang kurang. Setelah berpikir dengan menggunakan RAM 128 MB (sudah sangat canggih di masanya), barulah dia menyadari bahwa salah satu awaknya tertinggal di pulau aneh itu. Awak yang tertinggal itu adalah Syamsuddin (English: Samsuddien).


Sementara itu di sebuah tanjung, Syamsuddin terus menunggu dan berharap teman-temanya akan kembali dan menjemputnya. Tapi, yang datang adalah para pelaut portugis. Orang Portugis bertanya dalam bahasa Portugis “Apa nama pulau ini?“, Syamsuddin bingung karena tidak mengerti bahasa Portugis. Dia mengira orang Portugis itu menanyakan apa yang dia lakukan di pulau ini. Diapun menjawab dalam bahasa Bugis Makassar “aku ditinggalkan temangku, Apa kaliang berpapasang dengang orang-orang yang berteriak Am’mirik’ko?. Orang Portugis mengira Am’mirik’ko (Portugis: Americo = English: Amerika) adalah nama pulau itu. Para pelaut Portugis itupun kembali ke kampung halamannya lalu melaporkan tentang sebuah pulau yang bernama Tanah Ameriko.

Selama ini Amerika telah menutup-nutupi bahwa penemu Benua Amerika adalah orang Makassar. Mereka tidak ingin Dikatakan sebagi anak cucu Syamsuddin (baca:orang Indonesia). Bagaimanapun hal tersebut ditutup-tupi, Amerika tetap berjuluk Negeri Paman SAM (-suddin). Mereka juga tidak menyadari bahwa nama Amerika adalah padanan kata dari Am’mirik’ko. Dan, Tanjung Tempat Syamsuddin menunggu dan mengharapkan teman-teman yang tak akan pernah menjemputnya kemudian dikenal sebagai TANJUNG PENGHARAPAN.

3 Comments on "Benua Amerika ditemukan oleh Orang Bugis Makassar"

Hai, would be nice if you leave a reply. :D